Logo Bloomberg Technoz

Rugi Garuda (GIAA) Bengkak Imbas Armada Mangkrak & Rupiah Loyo

Artha Adventy
19 March 2026 14:30

Ilustrasi Garuda Indonesia dan Citilink. (Dimas Ardian/Bloomberg)
Ilustrasi Garuda Indonesia dan Citilink. (Dimas Ardian/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Armada yang belum bisa dioperasikan menjadi  biang kerok membengkaknya kerugian PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) sepanjang 2025. 

Selain itu, tekanan nilai tukar rupiah ikut menghantui upaya perbaikan kinerja keuangan maskapai milik negara tersebut. 

Menurut laporan GIAA, puluhan pesawat belum dapat digunakan yang belakangan membatasi kapasitas produksi maskapai pelat merah tersebut sepanjang 2025.


Direktur Utama GIAA Glenny Kairupan menerangkan sebagian besar armada belum dapat dioperasikan pada semester I-2025 lantaran menunggu jadwal perawatan.

“Tidak dapat dipungkiri penurunan kinerja Garuda Indonesia Group utamanya dipengaruhi oleh terbatasnya kapasitas produksi pada semester I-2025,” kata Glenny dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (19/3/2026).