Logo Bloomberg Technoz

“Jadi tidak bisa dipungkiri, dua hal itu akan semakin menarik investor China untuk masuk ke Indonesia,” tambahnya.

Beberapa perusahaan yang telah masuk ke kawasan Subang yaitu PT BYD Indonesia (China), PT Vision Electronic Technology (Taiwan), PT Sanwa Musen Indonesia (Jepang), PT Kids Play Indonesia (Hong Kong), PT Xinfung Industry Indonesia (China), PT Jiangsu Jinda Textile Industry (China), PT H & G Polymeric (China), PT Zhejiang Binkang (China) dan PT Serendipity International (China). 

Sebagai informasi, Kawasan industri Subang Smartpolitan berlokasi di Subang, Jawa Barat, Indonesia, dengan status lahan Hak Guna Bangunan (HGB). Total luas kawasan ini mencapai 2.717 hektare (ha) yang akan dikembangkan dalam enam tahap. Tahap pertama seluas 418 ha, tahap kedua 627 ha, tahap ketiga 378 ha, tahap keempat 230 ha, tahap kelima 298 ha, dan tahap keenam 766 ha.

Aksesibilitas kawasan ini cukup strategis karena terhubung langsung dengan Tol Cipali melalui interchange serta Jalan Tol Patimban (First Exit KM2). Dari Jakarta berjarak sekitar 90 km atau 60 menit, dari Pelabuhan Patimban 40 km (30 menit), dari Pelabuhan Tanjung Priok 100 km (70 menit), dari Bandara Kertajati 70 km (40 menit), dari Bandara Soekarno-Hatta 120 km (90 menit), dari Bandung 90 km (60 menit), dan dari Jawa Tengah 150 km (90 menit).

Alokasi lahan di Subang Smartpolitan terdiri atas 1.069 hektare untuk kavling industri, 98 hektare untuk kawasan komersial, 163 hektare untuk perumahan, 282 hektare untuk ruang terbuka hijau, 307 hektare untuk utilitas dan infrastruktur, 32 hektare untuk fasilitas publik, serta 766 hektare untuk pengembangan di masa mendatang. 

(dhf)

No more pages