Hingga 15 Agustus 2025, sektor Basic Materials dan Industrials mendominasi pipeline IPO dengan porsi masing-masing 25% dari pipeline, disusul sektor lain seperti Consumer Non-Cyclicals, Financials, Technology, serta Transportation & Logistic dengan porsi masing-masing 12,5%.
Sebagaimana diketahui, Sepanjang Januari hingga Agustus terdapat 22 emiten baru yang melantai di Bursa Efek Indonesia, empat diantaranya merupakan emiten dengan kapitalisasi pasar jumbo.
Rinciannya PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) menghimpun dana hasil penawaran umum perdana (IPO) sebesar Rp624 miliar, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) senilai Rp2,29 triliun, PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) sebesar Rp2,04 triliun serta PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) sebesar Rp2,37 triliun.
(ell)



























