Baharav-Miara diangkat sebagai Jaksa Agung pada 2022 oleh Menteri Kehakiman saat itu, Gideon Sa’ar, yang kini menjabat sebagai Menteri Luar Negeri. Sa’ar belakangan menyalahkan Baharav-Miara karena dianggap berbalik arah dan menghalangi kebijakan pemerintah.
Pemerintahan Netanyahu kerap berselisih dengan Jaksa Agung, salah satunya terkait keputusannya untuk tetap menjalankan putusan pengadilan yang mengakhiri pembebasan wajib militer bagi pria ultra-Ortodoks Yahudi — aturan yang telah berlaku selama puluhan tahun. Sikap itu memicu ketegangan antara Netanyahu dan beberapa mitra koalisinya.
Ia juga menggagalkan penunjukan kepala baru dinas keamanan Shin Bet setelah Netanyahu memecat kepala sebelumnya. Baharav-Miara menilai langkah tersebut berpotensi konflik kepentingan, karena Shin Bet sedang menyelidiki pembantu dekat Netanyahu terkait dugaan hubungan ilegal dengan Qatar. Kedua pihak kemudian sepakat untuk menunda penunjukan tersebut hingga pertengahan September.
Para penentang Netanyahu menilai upaya untuk menyingkirkan Baharav-Miara sebagai bagian dari langkah yang lebih luas untuk memperkuat kekuasaan cabang eksekutif pemerintahan.
(bbn)



























