Logo Bloomberg Technoz

B50 Berlaku Juli 2026, Pakar Otomotif Beri Peringatan Soal Ini

Pramesti Regita Cindy
03 April 2026 14:30

Pengunjung melihat pameran otomotif saat gelaran IIMS 2026 di JIExpo, Jakarta, Kamis (5/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung melihat pameran otomotif saat gelaran IIMS 2026 di JIExpo, Jakarta, Kamis (5/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pakar Otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu menilai kebijakan mandatori biodiesel B50 terbaru pemerintah yang akan berlaku pada 1 Juli 2026 mendatang bisa berdampak memberi beban tambahan, khususnya bagi kendaraan bermesin diesel.

Menurut dia, terlebih jika desain mesin, material, dan sistem bahan bakarnya belum sepenuhnya disiapkan untuk campuran biodiesel tinggi. 

Di samping itu, kata dia, beberapa aspek juga perlu dicermati antara lain potensi terbentuknya deposit pada injektor, penurunan kestabilan pembakaran, serta sensitivitas bahan bakar terhadap air dan oksidasi selama penyimpanan. 


"Dalam jangka panjang dapat memengaruhi performa sistem injeksi, memperberat kerja filter, serta meningkatkan risiko gangguan pada seal, selang, dan komponen elastomer tertentu," kata Yannes kepada Bloomberg Technoz, Jumat (3/4/2026). 

Meski demikian, Yannes menekankan dampak tersebut tidak dapat disamaratakan kepada semua jenis kendaraan. Karena, faktor kualitas seperti kualitas B50, kondisi tangki penyimpanan, kedisiplinan perawatan, kecocokan material mesin, hingga rekomendasi pabrikan menjadi penentu utama.