"Jadi tiga engine ini menurut kami menjadi salah satu penguatnya, sementara mikro sedang melakukan penyempurnaan dari sisi bisnis proses," jelasnya.
Adapun dalam menunjang transformasi bisnis, BRI melakukan penguatan fundamental organisasi di berbagai lini, mulai dari distribusi, operasional, hingga manajemen risiko. Langkah ini diklaim dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan efisiensi bisnis proses dan efektivitas kontrol di lapangan.
Transformasi tersebut mencakup sektor human capital guna meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM), serta pembenahan budaya kerja yang lebih adaptif dan berorientasi kinerja.
Melalui transformasi menyeluruh ini, BRI menetapkan visi jangka panjang untuk menjadi salah satu bank paling tangguh (most potent global bank) di kawasan Asia Tenggara pada tahun 2030.
Untuk mencapainya, BRI akan menjalankan sejumlah inisiatif strategis, termasuk penguatan dana murah ritel (CASA), peningkatan produktivitas penggunaan dana, serta pengembangan kapabilitas di ekosistem merchant dan klaster ekonomi.
Dari sisi kualitas aset, BRI terus memperkuat mitigasi risiko melalui "peningkatan kompetensi SDM, perbaikan bisnis proses, hingga penguatan manajemen risiko," pungkasnya.
(dhf)































