Logo Bloomberg Technoz

Sebelumnya, Kementerian ESDM menyatakan izin operasional tambang Gag Nikel akan segera diputuskan usai Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyelesaikan kajiannya.

Direktur Jenderal (Dirjen) Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno menjelaskan kajian tersebut akan menentukan keputusan pemerintah; apakah izin Gag Nikel yang dibekukan sejak 5 Juni 2025 tersebut dikembalikan atau justru ditarik.

Nah, meskipun dia pada 2024 memperoleh proper hijau, siapa tau ada sesuatu dari concern-nya Kementerian Lingkungan Hidup. Nah, ini mungkin dalam waktu yang tidak terlalu lama akan di-announce status daripada Gag Nikel itu sendiri,” kata Tri dalam konferensi pers Perbaikan Tata kelola Sektor Pertambangan, di Gedung Merah Putih KPK, pada Kamis (24/7/2025).

Tri menjelaskan kajian yang berlangsung di Kementerian Lingkungan Hidup ditargetkan segera rampung dalam waktu dekat.

“Terkait dengan Gag Nikel, memang pada saat ini setahu saya sudah hampir selesai ini kajian dari Kementerian Lingkungan Hidup,” ujarnya.

Dievaluasi KKP

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung pada kesempatan terpisah menyatakan pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah melakukan evaluasi dan mengecek kondisi lapangan atau wilayah kerja Gag Nikel.

Hasilnya, KKP menilai penataan lingkungan dari operasi PT Gag Nikel di Raja Ampat sudah cukup bagus.

"Evaluasi turun tim dari Kementerian Kelautan Perikanan untuk mengecek kondisi lapangan. Jadi berdasarkan rekomendasi terpadu dari kementerian/lembaga, nanti kita akan sampaikan bagaimana untuk pemenuhan persyaratan di PT Gag Nikel," ujar Yuliot saat ditemui di kantornya, Jumat (20/6/2025).

Adapun, Gag Nikel merupakan pemegang kontrak karya [KK] Generasi VII dengan luas wilayah 13.136 hektare (ha) di Pulau Gag yang telah memasuki tahap operasi produksi berdasarkan SK Menteri ESDM No. 430.K/30/DJB/2017, berlaku hingga 30 November 2047.

Kinerja Produksi dan Neraca Keuangan PT Gag Nikel./Dok Gag Nikel.

Kementerian ESDM sebelumnya telah memberikan kuota produksi untuk 3 juta wmt pada 2024 untuk Gag Nikel. Selanjutnya, kuota produksi bijih nikel yang sama masing-masing 3 juta wmt diberikan untuk alokasi 2025 dan 2026.

PT Gag Nikel melaporkan telah memproduksi bijih nikel sebanyak 15,6 juta wmt dalam kurun 2018—2024. Perinciannya pada 2018 produksi Gag Nikel mencapai 913.000 wmt atau setahun setelah perusahaan memperoleh izin operasi produksi.

Kemudian, produksi tersebut meningkat menjadi 1,77 juta ton pada 2019, tetapi turun menjadi 1,16 juta ton pada 2020 akibat pandemi Covid-19.

Pada 2021, produksi melonjak hingga menyentuh puncaknya di angka 3 juta wmt. Angka ini sedikit menurun menjadi 2,78 juta wmt pada 2022, sebelum kembali ke level 3 juta wmt dua tahun setelahnya yakni pada 2023 dan 2024.

Adapun, penjualan Gag Nikel mencapai hampir 100% dari total produksi, yakni sebesar 15,4 juta wmt pada kurun 2018 hingga 2024.

PT Gag Nikel mengantongi kontrak karya (KK) generasi VII dengan luas wilayah 13.136 hektare (ha). Kontrak karya itu telah memasuki tahap Operasi Produksi berdasarkan SK Menteri ESDM No.430.K/30/DJB/2017.

Surat keputusan itu dikeluarkan oleh Menteri ESDM kala itu Ignasius Jonan. Lewat keputusan itu, PT Gag Nikel memiliki konsesi sampai 30 November 2047.

Berdasarkan data milik Antam per Agustus 2024, Gag Nikel mencatat cadangan bijih nikel mencapai 59 juta wmt. Sementara itu, potensi sumber daya dari tambang di Pulau Gag itu mencapai 318 juta wmt.

(azr/wdh)

No more pages