Di Negeri Paman Sam, penggunaan batu bara meroket 12% pada paruh pertama 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penyebabnya adalah peningkatan permintaan listrik.
Kemudian di India, permintaan batu bara diperkirakan naik 1,3% tahun ini. Kenaikan-kenaikan tersebut mampu mengompesasi penurunan permintaan di China yang diperkirakan sebesar 0,5%.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana proyeksi harga batu bara untuk pekan ini? Apakah masih bisa naik lagi atau justru terkoreksi?
Secara teknikal dengan perspektif mingguan (weekly time frame). batu bara masih bertengger di zona bullish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 54.
RSI di atas 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun RSI batu bara tidak jauh dari 50 sehingga bisa dikatakan cenderung netral.
Sedangkan indikator Stochastic RSI sudah menyentuh 91. Di atas 80, yang berarti tergolong jenuh beli (overbought).
Oleh karena itu, ada kemungkinan harga batu bara bisa turun minggu ini. Target support terdekat adalah US$ 110/ton yang merupakan Moving Average (MA) 5. Jika tertembus, maka MA-10 di US$ 107/ton bisa menjadi target berikutnya.
Target paling pesimistis atau support terjauh adalah US$ 102/ton.
Adapun target resisten terdekat adalah US$ 119/ton. Penembusan di titik ini berpotensi mengerek harga batu bara ke arah US$ 128/ton.
(aji)































