Logo Bloomberg Technoz

Laba Kongsi Boy Thohir & TP Rachmat ESSA Anjlok 27,9% ke Rp242 M

Artha Adventy
25 July 2025 16:15

PT Surya Esa Perkasa Tbk. (Tangkapan layar essa.id)
PT Surya Esa Perkasa Tbk. (Tangkapan layar essa.id)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) membukukan penurunan kinerja keuangan pada paruh pertama 2025, akibat penurunan harga amonia dan terganggunya pasokan gas.

Berdasarkan laporan keuangan, pendapatan ESSA tercatat turun 9,24% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi US$137,58 juta atau sekitar Rp2,24 triliun (kurs Rp16.320), dari sebelumnya US$151,61 juta pada Semester I/2024.

Meskipun beban pokok pendapatan nyaris tak berubah di kisaran US$99,5 juta atau sekitar Rp1,62 triliun dibandingkan dengan US$99,46 juta pada periode yang sama tahun lalu, laba kotor tetap tertekan hingga 26,94% menjadi US$38,08 juta atau sebesar Rp621 miliar.


Penurunan berlanjut hingga ke laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, yang susut 27,91% menjadi US$14,84 juta setara dengan Rp242,6 miliar. Padahal sebelumnya ESSA membukukan laba bersih sebesar US$20,59 juta.

Presiden Direktur & CEO ESSA, Kanishk Laroya menyebut gangguan sementara pada pasokan gas dari pemasok hulu akibat pemeliharaan sebagai penyebab utama terganggunya produksi amonia. Kondisi tersebut sudah membaik sejak Juli 2025, bersamaan dengan pemulihan harga amonia yang mulai terlihat sejak Juni.