Laba BNI Tembus Rp10,1 Triliun, CASA dan Kredit Jadi Penopang

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatat kinerja positif pada semester I 2025 dengan mencetak laba bersih konsolidasi sebesar Rp10,1 triliun. Capaian ini didorong oleh penguatan likuiditas, pertumbuhan dana murah (CASA), serta ekspansi kredit ke sektor-sektor produktif.
Wakil Direktur Utama BNI Alexandra Askandar menyampaikan bahwa perseroan berhasil memperkuat posisi fundamental di tengah kondisi ekonomi yang stabil dan transisi pemerintahan yang berjalan baik.
“Kami melihat penguatan CASA dan kualitas aset sebagai pilar utama untuk memperkuat kapasitas ekspansi kredit di semester kedua. Fokus kami tetap pada sektor produktif seperti pertanian, industri makanan dan minuman, telekomunikasi, infrastruktur, perumahan, hilirisasi energi, dan UMKM,” imbuh Alexandra yang akrab disapa Xandra.
Penyaluran kredit BNI tercatat tumbuh 7,1% secara tahunan (YoY) menjadi Rp778,7 triliun. Kredit korporasi tumbuh 10,4% YoY menjadi Rp435,8 triliun, sementara kredit konsumer naik 10,7% menjadi Rp147 triliun. Pertumbuhan juga terjadi pada kredit UMKM non-KUR sebesar 9,2% menjadi Rp44,4 triliun, serta kredit di anak perusahaan yang melonjak 27,1% YoY menjadi Rp17,2 triliun.
Ekspansi anak usaha BNI, hibank, juga menunjukkan hasil signifikan. Kredit hibank tumbuh 31% YoY dengan rasio kredit bermasalah (NPL) tetap terjaga di bawah 1%.































