Minuman beralkohol, khususnya bir, merupakan salah satu pemicu utama peningkatan kadar asam urat. Bir tidak hanya tinggi purin, tetapi juga menghambat pengeluaran asam urat melalui urine. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi bir bisa meningkatkan kadar asam urat hingga 6,5%, bahkan bir non-alkohol pun tetap menaikkannya sebesar 4,4%.
4. Seafood: Lezat Tapi Tinggi Purin
Makanan laut seperti kerang, sarden, ikan teri, tuna, udang, lobster, dan kepiting sangat tinggi purin. Walaupun bergizi, konsumsi seafood berlebihan bisa memperparah gejala asam urat. Bila ingin tetap mengonsumsi makanan laut, pilih jenis yang rendah purin seperti ikan gindara atau belut laut dalam jumlah terbatas.
5. Jeroan: Hati dan Lidah
Jeroan merupakan bagian organ dalam hewan seperti hati, ginjal, dan lidah yang tinggi kandungan purinnya. Tubuh akan memecah purin ini menjadi asam urat yang dapat mengendap di sendi. Penderita asam urat sangat dianjurkan untuk menghindari jeroan sepenuhnya demi kesehatan sendi jangka panjang.
6. Daging Merah: Sapi, Domba, dan Babi
Daging merah memang kaya protein, tetapi kandungan purinnya juga tinggi. Konsumsi daging sapi, kambing, dan babi secara berlebihan bisa memicu serangan asam urat. Sebagai alternatif, pilih daging ayam tanpa kulit atau sumber protein nabati seperti tahu, tempe, dan kacang-kacangan dalam jumlah yang wajar.
7. Buncis: Sayuran Kaya Fruktosa
Meski termasuk sayuran dan banyak dikonsumsi dalam hidangan tradisional, buncis mengandung fruktosa dalam kadar cukup tinggi. Bagi penderita asam urat, fruktosa ini bisa menjadi pemicu timbulnya gejala. Oleh karena itu, sebaiknya batasi konsumsi buncis dan pilih sayuran lain yang lebih aman.
8. Jamur: Kaya Nutrisi Tapi Juga Purin
Jamur sering digunakan sebagai bahan tambahan dalam berbagai masakan. Namun, di balik rasanya yang gurih dan kandungan gizinya, jamur menyimpan kadar purin yang cukup tinggi. Penderita asam urat perlu mewaspadai konsumsi jamur, terutama dalam jumlah besar dan sering.
9. Bayam: Sayuran Bergizi yang Perlu Diwaspadai
Bayam adalah sayuran yang tinggi zat besi, vitamin C, dan antioksidan. Namun, dalam setiap 100 gram bayam terkandung sekitar 57 mg purin, menjadikannya salah satu sayuran yang bisa meningkatkan kadar asam urat. Untuk menghindari flare up, gantilah dengan sayuran hijau lain yang rendah purin seperti selada atau brokoli.
10. Kembang Kol: Pelengkap Menu yang Harus Dibatasi
Kembang kol kerap dijadikan pelengkap dalam berbagai menu seperti sup dan capcay. Meski terlihat ringan, kandungan purin dalam kembang kol mencapai 23 mg per 100 gram. Ini cukup tinggi untuk memicu peningkatan kadar asam urat jika dikonsumsi berlebihan.
Tips Mengatur Pola Makan untuk Penderita Asam Urat
Untuk mencegah serangan asam urat, penderita perlu menerapkan pola makan rendah purin dan memperbanyak konsumsi air putih. Berikut beberapa tips tambahan:
-
Perbanyak konsumsi buah rendah fruktosa seperti ceri dan stroberi.
-
Konsumsi air minimal 2 liter per hari untuk membantu pembuangan asam urat lewat urine.
-
Lakukan aktivitas fisik ringan secara rutin untuk menjaga berat badan ideal.
-
Konsultasikan diet harian dengan ahli gizi atau dokter, terutama jika asam urat sering kambuh.
Menghindari makanan tinggi purin adalah kunci utama dalam mengendalikan kadar asam urat. Roti putih, madu, alkohol, seafood, daging merah, dan beberapa sayuran seperti bayam dan kembang kol sebaiknya dihindari atau dikonsumsi dengan sangat terbatas. Gaya hidup sehat dan pengaturan diet yang tepat dapat membantu penderita hidup lebih nyaman tanpa rasa nyeri akibat asam urat.
Ingat, apa yang Anda makan hari ini akan menentukan kesehatan sendi Anda di masa depan.
(seo)




























