Logo Bloomberg Technoz

Di sisi lain, total ekspor produk sawit pada Mei tahun ini naik menjadi 2.664 ribu ton atau naik sebesar 49,75% dari ekspor bulan sebelumnya sebesar 1.779 ribu ton. 

Kenaikan ekspor terbesar terjadi pada minyak sawit olahan yang naik menjadi 1.967 ribu ton dari 1.241 ribu ton pada bulan Mei sebesar 58,50%, diikuti CPO yang naik menjadi 164 ribu ton dari 54 ribu ton pada bulan Mei yakni 23,70%. 

Mukti menuturkan ekspor oleokimia juga mengalami kenaikan menjadi 437 ribu ton dari 368 ribu ton pada bulan Mei yakni 18,75%.

Adapun menurut negara tujuan ekspornya, kenaikan ekspor pada Mei dari bulan sebelumnya antara lain India 230 ribu ton, China 88 ribu ton, Amerika Serikat (AS) 32 ribu ton, Pakistan 50 ribu ton,, Bangladesh 54 ribu ton, Afrika 197 ribu ton, dan Uni Eropa 117 ribu ton. 

Sementara negara tujuan yang mengalami penurunan ekspor pada Mei dibandingkan dengan bulan April terjadi untuk tujuan Rusia dengan penurunan 27 ribu ton.

“Nilai ekspor produk sawit bulan Mei mengalami kenaikan dari US$ 2,069 miliar di bulan April menjadi US$ 2,822 miliar atau naik sebesar 36,40%,” ujarnya.

Dia menjelaskan nilai ekspor pada Januari hingga Mei 2025 mengalami kenaikan dari US$10,035 miliar pada 2024 atau naik menjadi US$13,641 miliar di tahun ini atau naik sekitar 35,93%.

Kenaikan nilai ekspor tersebut antara lain karena harga rata-rata produk Januari-Mei 2025 sebesar US$1.186/ton Cif Rotterdam lebih tinggi dari rata-rata Januari-Mei tahun lalu sebesar US$ 997/ton Cif Rotterdam.

“Dengan stok awal Mei sebesar 3.046 ribu ton, produksi CPO+PKO naik menjadi 4.561 ribu ton, konsumsi dalam negeri turun menjadi 2.029 ribu ton dan ekspor naik menjadi 2.664 ribu ton, stok di akhir Mei turun menjadi 2.916 ribu ton,” jelasnya.

(ain)

No more pages