Pada Selasa, Trump kembali melontarkan kritiknya. “Dia [Powell] telah melakukan pekerjaan yang buruk, tapi dia juga akan segera pergi—dalam delapan bulan dia selesai,” kata Trump, sembari menekankan bahwa suku bunga acuan seharusnya 3 poin persentase lebih rendah dari saat ini. Dalam kesempatan yang sama di Gedung Putih, Bessent turut menegaskan bahwa “berdasarkan cara mereka memangkas suku bunga musim gugur lalu, seharusnya mereka memangkas lagi sekarang.”
Bessent juga mengungkapkan bahwa pada Senin lalu ia telah meminta dilakukan peninjauan internal terhadap berbagai kegiatan non-moneter yang dilakukan oleh The Fed, termasuk proyek renovasi tersebut. “The Fed kini mengalami pelebaran misi yang terlalu jauh, dan di situlah banyak anggaran terserap,” ujarnya di Gedung Putih pada Selasa.
Dalam wawancara sebelumnya dengan Fox Business, Bessent menambahkan bahwa Powell masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki warisannya di The Fed. “Ada peluang nyata bagi Powell untuk menata ulang peran non-moneter The Fed,” ujarnya. Sementara untuk kebijakan moneter, lanjutnya, “itu sebaiknya dipisahkan—dijaga seperti permata di dalam kotak kaca.”
Ia juga menyoroti perluasan fungsi The Fed yang menurutnya sudah melewati batas. “The Fed terus berkembang dan berkembang. Dan beginilah akibatnya jika tidak diawasi—mereka tidak tunduk pada proses anggaran,” kata Bessent. “Mereka mencetak uang dan membelanjakannya sendiri. Saya pikir audit menyeluruh sangat dibutuhkan.”
Beban Anggaran
Sejak krisis keuangan global, menurut Bessent, The Fed telah menjalankan apa yang ia sebut sebagai “kebijakan moneter rekayasa fungsi” (gain-of-function monetary policy), yang mendorong peningkatan belanja lembaga secara signifikan. Sebagai pembanding, Departemen Keuangan berhasil memangkas pengeluaran hingga sekitar 17% tahun lalu, ungkapnya.
Ketika ditanya pekan lalu apakah Trump mempertimbangkan memecat Powell, ia menjawab, “Saya tidak menutup kemungkinan apa pun, tapi saya rasa itu sangat tidak mungkin—kecuali jika ada kasus penipuan. Mungkin saja ada penipuan” terkait proyek renovasi tersebut. Kepala kebijakan perumahan pemerintahan Trump, Bill Pulte, bahkan menuduh Powell telah memberikan kesaksian yang “menyesatkan” soal proyek itu, meski tanpa menyebutkan detail.
Menanggapi tudingan tersebut, Powell mengirim surat kepada Direktur Anggaran Gedung Putih, Russ Vought, pekan lalu. Ia menyatakan bahwa The Fed “bertanggung jawab dalam menjaga penggunaan anggaran publik sebaik mungkin dalam menjalankan tugas dari Kongres untuk rakyat Amerika.” Surat tersebut juga menjawab sejumlah pertanyaan Vought mengenai proyek renovasi senilai US$2,5 miliar.
Wakil Kepala Staf Gedung Putih, James Blair, mengonfirmasi bahwa sejumlah pejabat pemerintahan Trump akan mengunjungi markas The Fed pada Kamis (24/7) untuk meninjau langsung proyek renovasi itu.
Meski masa jabatan Powell sebagai Gubernur The Fed akan berakhir pada Mei, masa jabatannya sebagai anggota dewan gubernur The Fed masih berlangsung hingga Januari 2028. Powell belum menyatakan secara pasti apakah akan mengundurkan diri sepenuhnya saat masa jabatannya sebagai ketua berakhir. Namun pekan lalu, Bessent memberi sinyal bahwa Powell sebaiknya mempertimbangkan opsi itu.
Pandangan Tokoh Ekonomi
Mantan CEO Pacific Investment Management Co, Mohamed El-Erian, memicu perhatian para pelaku pasar pada Selasa dengan pernyataannya bahwa Powell sebaiknya mundur jika “tujuannya adalah menjaga independensi operasional The Fed, yang menurut saya sangat penting.” Dalam unggahan media sosial, El-Erian mengakui bahwa pandangannya tidak populer, karena mayoritas pihak lebih mendukung Powell bertahan hingga masa jabatannya selesai pada Mei.
Namun mantan Menteri Keuangan AS dari Partai Demokrat, Lawrence Summers, tidak setuju. Ia menyebut pandangan tersebut “sangat keliru.”
“Gagasan bahwa membiarkan dirinya dipaksa mundur bisa menunjukkan bahwa Powell memperjuangkan independensi The Fed adalah hal yang salah besar,” ujar Summers dalam program Wall Street Week di Bloomberg TV. “Jika Gubernur The Fed menjadi stempel formal kebijakan presiden, maka kita kehilangan independensi Federal Reserve dalam hal kebijakan moneter,” tambahnya. Summers juga mendukung seruan Bessent agar The Fed mengevaluasi perluasan mandat mereka ke wilayah non-moneter.
(bbn)




























