Logo Bloomberg Technoz

“Itu kan semua sudah disiapkan dari awal. Kan ketika namanya negosiasi itu kan kita harus tahu posisi kita seperti apa. Tapi nanti kalau sudah ada agreementnya sudah jelas.”

Budi menegaskan yang terpenting saat ini tarif resiprokal dengan AS turun menjadi 19% dari sebelumnya 32%. Kemudian, pemerintah akan merampungkan proses administrasi dan menyiapkan langkah kerja sama lanjutan dengan AS.   

“Semua lagi disiapkan, jadi kami masih nunggu proses berikutnya. Mungkin itu dulu,” ucapnya. 

Budi berharap kesepakatan tarif yang telah diumumkan tersebut tidak akan berubah hingga 1 Agustus mendatang. 

“Ya kita tunggu dari sananya. Tapi yang penting sampai Agustus itu kan sudah enggak ada perubahan tarif resiprokalnya. Mudah-mudahan kita tetap 19% dan negara lain enggak berubah. Jadi kita tetap, harapannya kita paling rendah lah negara ekspor,” ungkapnya. 

Dalam dokumen pemerintah AS disebutkan, Agreement on Reciprocal Trade ini akan membangun hubungan ekonomi kedua negara, termasuk Agreement on Reciprocal Trade and Investment Framework Agreement antara AS dan Indonesia yang ditandatangani pada 16 Juli 1996.

Dalam konsep kunci kesepakatan antara AS dan Indonesia akan mencakup di antaranya, Indonesia akan menghapuskan sekitar 99% hambatan tarif untuk berbagai macam produk industri, pangan, dan pertanian AS yang diekspor ke Indonesia.

Kemudian Indonesia dan AS juga berkomitmen untuk mengatasi dan mencegah hambatan bagi produk pangan dan pertanian AS di pasar Indonesia, termasuk membebaskan produk pangan dan pertanian AS dari semua rezim perizinan impor, termasuk persyaratan keseimbangan komoditas, memastikan transparansi dan keadilan terkait indikasi geografis.

Selanjutnya, memberikan status Pangan Segar Asal Tumbuhan permanen untuk semua produk nabati AS yang berlaku, dan mengakui pengawasan regulasi AS, termasuk mendaftarkan semua fasilitas daging, unggas, dan susu AS serta menerima sertifikat yang dikeluarkan oleh otoritas regulasi AS.

Selain itu, Amerika Serikat dan Indonesia memperhatikan kesepakatan komersial mendatang antara perusahaan-perusahaan AS dan Indonesia berikut ini:

a. Pengadaan pesawat terbang yang saat ini bernilai US$3,2 miliar.

b. Pembelian produk pertanian, termasuk kedelai, bungkil kedelai, gandum, dan kapas dengan perkiraan nilai total US$4,5 miliar.

c. Pembelian produk energi, termasuk gas minyak cair, minyak mentah, dan bensin, dengan perkiraan nilai US$15 miliar.

Dalam beberapa minggu mendatang, AS dan Indonesia akan merundingkan dan menyelesaikan Perjanjian Perdagangan Timbal Balik, mempersiapkan Perjanjian untuk ditandatangani, dan melaksanakan formalitas domestik sebelum Perjanjian tersebut mulai berlaku.

(lav)

No more pages