Trump telah menerapkan sejumlah tarif baru pada berbagai produk dan mitra dagang, yang meningkatkan pendapatan bea cukai pemerintah. Melalui kebijakan tarif, Trump berusaha menghidupkan kembali produksi dalam negeri dan memperbaiki ketidakseimbangan perdagangan.
Trump juga berupaya menggunakan tarif agresifnya untuk menarik permintaan dari berbagai negara. Belum jelas bagaimana laju pendapatan dari bea masuk akan berkembang karena ada penangguhan atau penyesuaian tarif.
Pungutan atas barang-barang China berkurang dari 145% setelah AS dan China mencapai kesepakatan kerangka kerja, meski tarif itu masih tetap tinggi.
Pada saat yang sama, Trump mengancam akan memasang tarif lebih tinggi pada logam dan berbagai mitra dagang. Pada Kamis (10/7/2025), Trump mengirim surat kepada Perdana Menteri Kanada Mark Carney yang menyatakan bahwa beberapa produk Kanada akan dikenai tarif 35%, berlaku efektif 1 Agustus.
Sebelumnya, Trump juga mengumumkan bea masuk sebesar 50% untuk barang-barang Brasil dan tarif 25% untuk impor Jepang. Meski begitu, dia menyatakan pemerintah AS tetap terbuka untuk negosiasi lebih lanjut.
Kebijakan perdagangan Trump yang terus berubah menimbulkan banyak ketidakpastian mengenai berapa banyak pendapatan yang akan dihasilkan AS dalam jangka panjang.
Awal pekan ini, Selasa (8/7/2025), Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan AS akan mengumpulkan pendapatan "jauh di atas" US$300 miliar dari tarif hingga akhir tahun.
(bbn)



























