Ketika ditanya lebih lanjut soal identitas investor tersebut, Agus menolak menyebut nama, dengan alasan adanya klausul kerahasiaan dan keinginan pihak investor untuk tetap anonim. Dia juga memastikan bahwa tidak ada unsur afiliasi atau hubungan beneficial owner antara PMUI dan investor strategis tersebut.
Menanggapi harga saham PMUI yang cenderung melemah setelah resmi tercatat di Bursa, Agus menegaskan bahwa perusahaan tidak pernah mengintervensi pasar. Dia mengaku tidak pernah mengatur harga saham dan hanya fokus pada operasional dan bisnis perusahaan.
“Fokus ke harga saya aja tuh. Hijau 3, merah 1. Biar jadi pohon natal. Kalau harga, itu sepenuhnya hak investor. Mereka bebas menilai dan membuat keputusan,” katanya sambil tertawa.
Adapun pada pembukaan perdagangan hari ini, saham PMUI jatuh 15% ke posisi Rp153 per saham dari harga IPO di level Rp180 per saham. Hingga pukul 11.47 WIB, saham bergerak di level Rp153 hingga Rp174 per saham.
Sepanjang perdagangan sebanyak 138,74 juta saham diperdagangkan dengan nilai mencapai Rp21,64 miliar. Adapun kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp887,40 miliar.
Adapun komposisi pemegang saham per 10 Juli 2025 yaitu Rudy Susanto Wijaya Kaswan memegang sebesar 56%, Agus Susanto senilai 24% dan sisanya sebanyak 20% tersebar di masyarakat.
PMUI IPO dengan melepas 1,16 miliar saham dengan harga Rp180 per saham. PMUI membidik dana IPO sebesar Rp208,8 miliar, yang akan dialokasikan untuk pembelian aset dari afiliasi dan pemberian pinjaman ke entitas anak, PT Graha Prima Mentari Tbk. (GRPM).
(dhf)






























