Sehingga, dampak dari kondisi atmosfer tersebut mulai terasa dalam bentuk cuaca ekstrem di sejumlah wilayah, terutama pada 5 dan 6 Juli lalu. Hujan dengan intensitas lebih dari 100 mm per hari tercatat di Bogor, Mataram, Bantaeng, Bulukumba, dan Sinjai, serta beberapa wilayah Jabodetabek.
Akibatnya, terjadi banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan terganggunya aktivitas masyarakat. Dia juga menegaskan, cuaca ekstrem yang terus terjadi menunjukkan dinamika atmosfer masih sangat aktif meskipun Indonesia telah memasuki musim kemarau.
Berdasarkan analisis terkini, wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat dalam sepekan ke depan meliputi Jawa bagian barat dan tengah (termasuk Jabodetabek), Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Maluku bagian tengah, serta Papua bagian tengah dan utara. "Potensi hujan ini diperkirakan akan bergeser ke wilayah tengah dan timur Indonesia pada periode 10 hingga 12 Juli 2025," jelas dia.
Oleh karenanya, BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca terkini dan mengikuti peringatan dini untuk meminimalkan dampak bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan gangguan transportasi.
"Kami mengajak seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk tidak lengah dan selalu waspada terhadap perkembangan cuaca, karena dinamika atmosfer yang terjadi saat ini masih cukup kompleks," tuturnya.
Peringatan Dini Cuaca Periode 9-11 Juni 2025
Pada unggahan di Instagram @infobmkg, lembaga pemantau cuaca tersebut mengeluarkan peringatan dini cuaca periode 9 sampai dengan 11 Juni 2025.
Untuk hari ini, Rabu 9 Juli 2025, BMKG menetapkan status Waspada (Hujan sedang-lebat) untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, sejumlah wilayah di Kalimantan, serta Sulawesi, Maluku, dan Papua.
BMKG menetapkan status Siaga atau berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat di provinsi Papua. Sementara walau belum ada daerah berstatus Awas, BMKG mengeluarkan peringatan khusus untuk potensi angin kencang di Aceh, Bali, Banten, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Lampung, Maluku Utara, dan NTT.
Pada tanggal 10 Juli 2025, BMKG menetapkan status Waspada kepada provinsi seperti Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, hingga kawasan pegunungan Papua. Sedangkan Maluku Utara, Maluku, dan Papua Selatan naik ke level Siaga. Sama seperti hari sebelumnya belum ada daerah berstatus Awas, tetapi BMKG mengeluarkan peringatan khusus untuk potensi angin kencang di Aceh, Bali, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Maluku hingga NTT.
Adapun Kamis, 11 Juli 2025, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, hingga beberapa wilayah Papua tetap berada dalam status Waspada, sedangkan Jawa Barat masuk level siaga. Sementara peringatan dini angin kencang di Aceh, Bali, Maluku, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
(prc/wep)





























