"Nah, satu-satu yang jalan adalah dengan men-treatment mereka menjadi UMKM. Kenapa di treatment sebagai UMKM? Mereka bisa mendapatkan beberapa fasilitas-fasilitas insentif yang nanti pemerintah akan siapkan dan berikan kepada UMKM-UMKM," jelasnya.
Belajar dari Negara Maju
Senada dengan Maman, Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi menilai menjadikan mitra ojol sebagai pekerja tetap berisiko menurunkan daya serap dan inklusivitas. Ia merujuk pada pengalaman sejumlah negara maju seperti Spanyol dan Swiss yang menerapkan kebijakan serupa.
"Berdasarkan analisa di negara maju pun, contohnya di Spanyol kebijakannya dibuat menjadi karyawan. Dari 100% yang tadinya bisa diserap, menjadi tinggal 17%, kemudian di Swiss. Swiss itu negara maju, dan menurut hasil research, dari 100%, yang bisa diserap itu, tidak [sampai] 33 atau 37%. Itu negara maju, dan UMKM-nya sedikit," jelasnya.
Di sisi lain, jika status mitra ojol berubah menjadi pekerja tetap, maka akan ada proses seleksi ketat, jam kerja tetap, dan hanya pelamar dengan latar belakang pendidikan tinggi yang bisa diterima. Hal ini bertentangan dengan semangat fleksibilitas dan akses kerja terbuka bagi semua kalangan.
Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli turut angka bicara terkait keberatan perusahaan aplikasi ride hailing atau transportasi online soal wacana perubahan status mitra pengemudi menjadi karyawan tetap.
Menurut Yassierli, wacana sekaligus pembahasan mengenai hal tersebut hingga kini masih terus menjadi objek kajian pemerintah bersama dengan pemangku kepentingan lain.
"Kami harus benar-benar melakukan sebuah telaah yang mendalam," kata Yassierli dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, dikutip Rabu (21/5/2025),
Dia juga tak menampik hingga saat ini tengah bermunculan berbagai pendapat mengenai status ojol merupakan mitra atau dikategorikan sebagai pekerja.
Yang jelas, kata dia, otoritas ketenagakerjaan bersedia untuk menerima berbagai masukan melalui berbagai pemangku kepentingan lain. "Harus ada dialog sosial juga, kita tunggu saja. Kita tunggu diskusi-diskusi itu selalu menjadi sangat dinamis nanti," kata dia.
Pemerintah juga saat ini terus mendorong mitra ojol untuk mendaftar menjadi peserta jaminan sosial dan ketenagakerjaan (jamsostek).
(ell)





























