Logo Bloomberg Technoz

Keputusan Strategy Terus Borong Bitcoin Dianggap Jadi Bom Waktu

Redaksi
11 June 2025 20:40

Michael Saylor, co-founder and executive chairman Strategy atau MicroStrategy di Las Vegas. (Ronda Churchill/Bloomberg)
Michael Saylor, co-founder and executive chairman Strategy atau MicroStrategy di Las Vegas. (Ronda Churchill/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Langkah agresif perusahaan Strategy atau MicroStrategy dalam mengakumulasi Bitcoin mendapat sorotan tajam dari bank aset digital asal Swiss, Sygnum.

Dalam laporan terbarunya yang dirilis Selasa (10/6/2025), Sygnum memperingatkan bahwa strategi pembelian masif oleh Strategy berpotensi menjadi ancaman jangka panjang terhadap daya tarik institusional Bitcoin, meskipun saat ini membantu mendorong permintaan pasar.

Strategy baru-baru ini kembali membeli 1.045 Bitcoin senilai sekitar US$110 juta (setara Rp1,78 miliar), meningkatkan total kepemilikannya menjadi sekitar 582.000 BTC—setara hampir 3% dari total pasokan maksimum Bitcoin yang akan pernah ada. 

Target perusahaan untuk menguasai 5% pasokan Bitcoin dinilai Sygnum sebagai langkah berisiko karena dapat merusak citra BTC sebagai aset cadangan yang aman, terutama bagi bank sentral.

"Kepemilikan yang besar dan terkonsentrasi merupakan risiko bagi aset apa pun, kata Sygnum dalam laporannya, dilansir dari Decrypt, Rabu (11/5/2025). "Kepemilikan strategi mendekati titik di mana mereka menjadi bermasalah."

Michael Saylor, co-founder and executive chairman Strategy atau MicroStrategy di Las Vegas. (Ronda Churchill/Bloomberg)