Harga Bitcoin Semakin Longsor di Kisaran US$69 Ribu
Redaksi
02 June 2026 16:52

Bloomberg Technoz, Jakarta - Aset kripto Bitcoin untuk pertama kali ambles ke level US$69.000-an untuk pertama kalinya dalam dua bulan. Kekhawatiran perang Iran dengan Amerika Serikat jadi perhatian pelaku pasar.
Dalam 24 jam perdagangan terakhir aset digital paling berharga di dunia tersebut ambles 4,7% bahkan dibandingkan pekan lalu nyaris melemah 10%. Hingga pukul 16.35 waktu Indonesia, Selasa (2/6/2026) pergerakannya ada di US$69.427 atau setara Rp1,24 miliar.
Kekhawatiran pelaku pasar atas kondisi perang di Timur Tengah diperparah dengan kabar aksi jual Bitcoin yang langka oleh Strategy Inc., yang dipandang sebagai langkah perusahaan mengurangi cadangan Bitcoin mereka.
Perusahaan treasury milik Michael Saylor sebelumnya menyatakan telah menjual token BTC bernilai US$2,5 juta. Sebuah indikasi ‘penyimpangan’ dari perusahaan yang dikenal tanpa lelah terus memborong Bitcoin.
Salah satu pendiri Strategy, Michael Saylor, menyatakan bahwa perusahaan meningkat fokus pada Stretch (STRC) dimana mereka telah menawarkan dividen tahunan sebesar 11,5% dalam bentuk pembayaran tunai bulanan selama empat bulan berturut-turut untuk saham preferen US$10,48 miliar.





























