Dalam laporan Bloomberg, Turki berupaya mengembangkan jet Kaan yang telah terbang pertama kali di tahun lalu, bersama beberapa negara lain, termasuk Arab Saudi. Ankara juga telah mengajukan izin kepada AS untuk memproduksi mesin GE Aerospace F110, yang menjadi penggerak jet tempur bermesin ganda tersebut.
Indonesia, sebagai negara yang memiliki perekonomian terbesar di Asia Tenggara, tengah mendiversifikasi kerja sama militer di luar sekutu tradisionalnya di Barat, dengan menjajaki kemitraan bersama negara seperti Turki dan China, sebagai bagian dari upaya Presiden Subianto memperkuat angkatan bersenjata.
Hubungan militer Turki dan Indonesia belakangan semakin erat. Pada April lalu, kedua negara sepakat membentuk usaha patungan antara perusahaan pertahanan strategis mereka, sebagian untuk mengembangkan kapal selam.
Kesepakatan Kaan dengan Turki ini terjadi tak lama setelah Indonesia mengungkapkan bahwa China telah menawarkan penjualan jet tempur J-10, pesawat yang sebelumnya diuji dalam bentrokan antara Pakistan dan India di Kashmir.
(bbn)
































