Logo Bloomberg Technoz

Ekosistem kreatornya pun terus berkembang: lebih dari 7.600 saluran telah memiliki lebih dari satu juta pelanggan, dan 77.000 lainnya telah melampaui angka 100.000 pelanggan.

"Kepercayaan ini menghasilkan keyakinan untuk membeli," ujar Sapna Chadha, VP Google untuk Asia Tenggara dan Asia Selatan.

"YouTube mendorong minat pembelian hampir empat kali lebih besar dibandingkan platform media sosial lain. Ini karena konten YouTube menekankan kualitas, relevansi, dan keaslian, yang memungkinkan merek menjalin kemitraan jangka panjang dengan kreator yang dipercaya audiens."

Tren video commerce juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Saat ini, video menyumbang 20% dari total nilai penjualan kotor e-commerce di Asia Tenggara, meningkat empat kali lipat hanya dalam dua tahun terakhir.

Salah satu inisiatif penting YouTube dalam memperkuat ekosistem e-commerce adalah peluncuran YouTube Shopping yang kini tersedia di Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, dan Filipina, melalui kemitraan dengan Shopee. Program ini memungkinkan kreator mempromosikan produk dari bisnis mereka sendiri maupun merek lain. Di negara tempat program ini pertama kali diluncurkan, sekitar 55% kreator yang memenuhi syarat telah bergabung.

YouTube (Bloomberg)

Kepercayaan terhadap platform YouTube juga tercermin dari riset Ipsos yang menyebutkan konsumen di Thailand, Indonesia, dan Filipina lebih memercayai Google dan YouTube selama proses pembelian dibanding platform media sosial besar lainnya.

Sementara itu, konsumsi konten YouTube di layar TV (connected TV/CTV) juga meningkat tajam. Lebih dari 79 juta orang di Asia Tenggara kini menonton YouTube melalui TV yang terhubung. Untuk mengakomodasi tren ini, YouTube memperkenalkan format iklan baru seperti Shoppable CTV dan Immersive Masthead, yang memungkinkan interaksi langsung seperti memindai kode QR untuk berbelanja atau mengirim informasi produk ke smartphone. Selain itu, pengiklan juga diklaim mulai melihat hasil nyata dari pendekatan ini.

Studi Nielsen menunjukkan bahwa laba atas belanja iklan jangka panjang di YouTube 2,3 kali lebih tinggi dibanding media sosial berbayar.

"Perdagangan video dan pemasaran yang dipimpin oleh kreator mengubah cara merek terhubung dengan konsumen di Asia Tenggara. Platform seperti YouTube memberdayakan kreator untuk menjembatani kepercayaan dan transaksi melalui konten video yang menarik serta solusi belanja yang terintegrasi. Dengan berbagai fitur seperti penceritaan berdurasi panjang, siaran langsung, Shorts, dan kemitraan dengan platform e-commerce seperti Shopee, YouTube memungkinkan proses yang mulus dari tahap penemuan hingga pembelian, sehingga membantu merek menjangkau audiens yang sangat terlibat," ujar Arthur Altounian, VP Client Strategy & Growth APAC di Goat, WPP MEDIA. 

(prc/wep)

No more pages