Kendati begitu, pada tahun ini Bandara Taif telah mulai digunakan jamaah haji khusus asal Indonesia. Namun, baru terdapat 44 jemaah haji khusus yang menuju Makkah melalui Bandara Taif.
“Kedatangan di Bandara Taif ini menjadi catatan penting dalam upaya diversifikasi jalur masuk jamaah haji ke Arab Saudi,” kata dia.
Pertemuan antara pemerintah Indonesia dengan Otoritas Bandara Taif tersebut juga dihadiri oleh Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji Muhadjir Effendy; Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji Fadlul Imansyah; Wakil Menteri Agama RI Romo KH R Muhammad Syafi'i; Rektor IPB University Arif Satria; hingga Konsul Jenderal RI Yusron B. Ambary.
Adapun,kloter terakhir jemaah haji Indonesia yang merupakan gabungan dari embarkasi Jakarta-Pondok Gede dan Jakarta-Bekasi tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, pada Minggu (1/6/2025) pukul 02.45 waktu Arab Saudi.
Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), terdapat 203.149 jemaah haji yang telah tiba di Arab Saudi, 44.100 di antaranya adalah lansia.
Jemaah haji asal Indonesia pada tahun ini terbagi dalam 525 kloter. Sebanyak 266 kloter tiba melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah, sisanya mendarat di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah.
(azr/spt)






























