Konflik Yaman Selatan Meningkat, RI Dorong Dialog Inklusif
Redaksi
08 January 2026 09:20

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) menyatakan keprihatinan sekaligus komitmennya dalam memantau situasi keamanan yang kian memanas di Yaman Selatan. Indonesia secara resmi mendorong dibukanya ruang dialog inklusif untuk meredam keretakan antara faksi-faksi yang bertikai di wilayah tersebut.
"Indonesia mengikuti dengan saksama perkembangan terkini di Republik Yaman, khususnya dinamika di Yaman Selatan, seraya mendorong semua pihak terkait untuk berpartisipasi secara konstruktif, menahan diri, dan mengedepankan dialog politik yang inklusif dan komprehensif dalam menyelesaikan perbedaan," tulis pernyataan resmi Kemlu RI melalui akun X resmi, dikutip Kamis (8/1).
Pernyataan ini muncul di tengah krisis diplomatik dan militer yang melibatkan Dewan Transisi Selatan (STC) dukungan Uni Emirat Arab (UEA) dengan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dan didukung oleh Arab Saudi.
Dalam upaya menghentikan pertumpahan darah lebih lanjut, Indonesia menyatakan dukungannya terhadap peran mediasi yang diambil oleh Arab Saudi. RI memandang inisiatif Riyadh sebagai langkah krusial untuk menyatukan kembali faksi-faksi di Yaman Selatan.
"Dalam rangka mencari solusi yang adil dan damai terkait Yaman Selatan, Indonesia menyambut baik upaya Kerajaan Arab Saudi untuk memfasilitasi penyelenggaraan konferensi komprehensif di Riyadh yang akan mempertemukan seluruh faksi yang ada di Yaman Selatan," lanjut pernyataan tersebut.






























