Logo Bloomberg Technoz

Danantara Masuk Proyek Titan, RI Mau Lobi Huayou Soal Porsi Saham

Redaksi
22 May 2025 20:16

Pekerja di jalur produksi kemasan baterai./Bloomberg-Qilai Shen
Pekerja di jalur produksi kemasan baterai./Bloomberg-Qilai Shen

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pemerintah berencana menjadi pemegang saham mayoritas di lini hilir proyek baterai yang digarap bersama Zhejiang Huayou Cobalt Co (Huayou), dengan melibatkan dukungan pendanaan dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Dalam kaitan itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan Presiden Prabowo Subianto hari ini resmi menyetujui masuknya Huayou sebagai leading consortium di proyek garapan Indonesia Battery Corporation (IBC) yang juga disebut Proyek Titan itu.

Huyaou mengambil alih peran LG Energy Solution Ltd (LGES) yang diputus kontraknya oleh pemerintah awal tahun ini, menyusul negosiasi berkepanjangan yang menyebabkan Proyek Titan tidak kunjung berprogres.


“Atas arahan Bapak Presiden, sekarang sudah dilakukan oleh konsorsium Huayou dan ini tidak ada masalah lagi. Ini sudah siap dilakukan groundbreaking,” ujarnya di Istana Negara, usai rapat terbatas dengan Presiden, Kamis (22/5/2025) petang.

Bahlil menambahkan peletakan batu pertama atau groundbreaking tersebut akan dieksekusi “sebelum Agustus” tahun ini. 

Pabrik baterai kendaraan listrik./Bloomberg-Krisztian Bocsi