Logo Bloomberg Technoz

Porsi Saham

Terkait dengan pembagian porsi saham di Proyek Titan, Bahlil menjelaskan badan usaha milik negara (BUMN)—yang diwakili IBC — masih menjadi pemegang saham utama sebesar 50% di lini hulu proyek baterai terintegrasi itu.

Akan tetapi, di lini hilir, porsi saham BUMN hanya sebesar 30%.

“BUMN di JV [joint venture] berikutnya [di lini antara dan hilir] itu sekarang 30%, tetapi kita lagi mengupayakan untuk ada kenaikan karena Danantara juga akan ikut berpartisipasi,” terangnya.

“Nah ini arahan Bapak Presiden, kita akan memaksimalkan untuk di atas 40%, bahkan sampai 50%. Akan tetapi, semua itu dalam proses negosiasi. [Hal] yang sudah firm sekarang adalah di angka 51% di hulu, kemudian di JV berikutnya sekitar 30%.”

Sekadar catatan, nilai investasi Proyek Titan yang diambil alih oleh Huayou dari LGES mencapai US$9,8 miliar (sekitar Rp145,43 triliun asumsi kurs saat ini).

Megaproyek baterai tersebut terintegrasi dari hulu ke hilir menjadi sebuah ekosistem. Di hulu mulai dari level pertambangan. Di antara mulai dari smelter hidrometalurgi atau high pressure acid leach (HPAL), pabrik prekursor dan katoda. Di hilir mulai dari pabrik sel baterai hingga daur ulangnya.

“Sampai dengan recycle untuk LG yang telah diambil oleh Huayou itu kurang lebih sekitar US$9,8 miliar investasinya dan US$1,2 miliar sudah jadi sebenarnya pada zaman LG yang diresmikan pemerintahan Presiden [Joko Widodo] sebelumnya,” terang Bahlil.

Saat ini, sambungnya, sisa investasi hulu ke hilir yang akan dilanjutkan Huayou bernilai sekitar US$8 miliar hingga ke tahap pembuatan pabrik sel baterai dengan kapasitas produksi mencapai 20 gigawatt (GW).

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani menambahkan pemerintah akan mendetailkan lagi rencana investasi di Proyek Titan dengan tim dari Huayou besok. 

“Huayou memang sudah berkomitmen untuk masuk ke dalam proyek ini dan sekarang juga ada Danantara. Kita akan ikut masuk dalam rangka memperkuat konsorsium ini, sehingga diharapkan kepemilikan dari proyek ini bisa mayoritas berada di konsorsium Indonesia, baik itu melalui BUMN maupun bersama-sama dengan Danantara langsung,” tuturnya. 

-- Dengan asistensi Azura Yumna Ramadani Purnama

(wdh)

No more pages