Logo Bloomberg Technoz

Erick: RI Kaji Investasi Migas di AS demi Hindari Tarif Trump

Redaksi
20 May 2025 19:30

Pipa-pipa berada di luar fasilitas produksi di Proyek Pengembangan Caelus Energy LLC Oooguruk di Harrison Bay, Alaska, AS./Bloomberg-Daniel Acker
Pipa-pipa berada di luar fasilitas produksi di Proyek Pengembangan Caelus Energy LLC Oooguruk di Harrison Bay, Alaska, AS./Bloomberg-Daniel Acker

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mensinyalir Indonesia berpotensi terlibat dalam investasi di proyek minyak dan gas bumi (migas) di Amerika Serikat (AS).

Wacana ini diutarakan sebagai bagian dalam upaya negosiasi untuk meredam dampak tarif timbal-balik sebesar 32% yang digalakkan Presiden Donald Trump demi menyeimbangkan neraca perdagangan Negeri Paman Sam dengan mitranya, termasuk Indonesia.

Erick menjelaskan Trump menginginkan adanya investasi yang masuk dari luar negeri untuk pembukaan lapangan kerja di AS.


“Mereka rupanya juga ternyata sekarang perlu investasi. Kalau kita lihat juga roadshow [Trump] ke negara-negara [Teluk], tidak lain AS menginginkan investasi. Nah, mereka juga melihat, bisa enggak ada investasi yang dari Indonesia ke Amerika,” ujarnya dalam rapat bersama Komisi VI DPR RI, Selasa (20/5/2025). 

Erick Thohir, Bahlil Lahadalia dan Sri Mulyani di Forum Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034. (Instagram @erickthohir)

Atas permintaan AS tersebut, Erick mengatakan pemerintah lantas mengkaji beberapa peluang sektor yang dapat dijajaki oleh Indonesia.