Torehan itu lebih rendah 4,13% dari target lifting minyak yang ditetapkan dalam APBN 2025 sebesar 605.000 barrel oil per day (bopd).
“Jadi kita kan sedang tingkatkan lifting kita, target bapak presiden itu kan harus sekitar 900.000 barel di 2029,” tuturnya.
Seperti diketahui, WK South Natuna Sea Block B terdiri dari 15 anjungan lepas pantai, 3 lapangan bawah laut yang produktif, serta fasilitas Belanak yang menjadi lokasi salah satu unit Floating Production Storage and Offloading (FPSO).
Gas dari Blok B disalurkan ke Singapura melalui West Natuna Transportation System, di mana MEDC bertindak sebagai operator.
Moratorium Ekspor Gas ke Singapura
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) tengah mengkaji kemungkinan moratorium ekspor gas pipa ke Singapura selepas sejumlah kontrak berakhir 2028 mendatang.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan rencana penghentian kontrak ekspor itu dilakukan untuk memprioritaskan pemenuhan gas di dalam negeri.
“Sekarang intinya 2028 ekspor gas pipa, bukan LNG ya, gas pipa sudah akan berakhir,” kata Djoksis sapaan karibnya saat rapat bersama Komisi XII DPR, Jakarta, Senin (28/4/2025).
Djoksis menuturkan lembagannya bakal menghentikan ekspor gas ke Singapura apabila tren pasokan gas untuk kebutuhan dalam negeri melanjutkan tren koreksi.
Menurut hitung-hitungan SKK Migas, ekspor gas pipa ke Singapura saat ini berada di level 200 juta kaki kubik per hari (MMscfd).
“Kalau dari kebutuhan Jawa dan Sumatera ini nanti setelah 2028 nambah katakanlah 300 MMscfd ya kita tidak ekspor,” kata Djoksis.
Di sisi lain, Djoksis mengatakan, keran ekspor kemungkinan tetap dibuka jika kebutuhan gas domestik bisa dipenuhi dari lapangan dalam negeri selepas 2028.
Belakangan, SKK Migas telah mengalihkan ekspor gas pipa dari Sumatra ke Singapura mulai Juni 2025, di tengah upaya pemerintah memprioritaskan pemenuhan kebutuhan gas domestik.
Manuver swap gas itu diambil untuk menambal defisit gas imbas susutnya produksi lapangan di wilayah Sumatra Selatan.
Terlebih, pemerintah belum kunjung menyelesaikan pembangunan infrastruktur jaringan pipa Natuna ke Batam, untuk sepenuhnya mengalihkan produksi gas dari Natuna ke dalam negeri.
(naw)





























