Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Masih Stabil di Luar Negeri, Tunggu Pengumuman BI Rate

Tim Riset Bloomberg Technoz
17 June 2026 08:30

Rupiah. dok: Bloomberg
Rupiah. dok: Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai kontrak rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) stagnan pada pembukaan perdagangan pagi ini (17/6/2026) di Rp17.768/US$, setelah sempat melemah 0,32% pada sesi penutupan perdagangan kemarin. Pada pukul 07:45 WIB, rupiah sedikit menguat 0,04% dan bertengger di Rp17.761/US$. 

Stabilnya pergerakan rupiah di pasar luar negeri sejalan dengan pergerakan harga minyak, yang meski kembali naik 0,67%, namun bertahan di bawah US$80 per barel, tepatnya US$79,49 per barel. Sedangkan, West Texas Intermediate (WTI) bergerak di kisaran US$77 per barel. Sementara itu, indeks dolar AS yang kembali menyusut 0,04% ke 99,5. 

Meredanya konflik antara AS dan Iran diproyeksikan akan mengurangi ketatnya pasokan energi global. Sementara dari kawasan, pergerakan mata uang Asia cenderung beragam. 


Won Korea Selatan berbalik arah dan melemah 0,21%, bersama baht Thailand yang melemah terbatas 0,01%. Sedangkan yen Jepang melemah bersama yuan China, dolar Hong Kong dan dolar Singapura, masing-masing menyusut 0,02% dan 0,01%. 

Pergerakan mata uang Asia. (Bloomberg)

Dari sisi domestik, langkah agresif Bank Indonesia (BI) melalui kenaikan suku bunga di luar jadwal pada 9 Juni lalu masih menjadi faktor penopang utama rupiah. Kebijakan tersebut berhasil mengirimkan sinyal kuat kepada pasar bahwa otoritas moneter tetap memprioritaskan stabilitas nilai tukar di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tekanan terhadap aset-aset Indonesia.