Logo Bloomberg Technoz

Nelangsa Buruh Saat Lebaran, Jual Motor hingga Tertipu Rp20 Juta

Dovana Hasiana
02 April 2025 18:00

Buruh dan karyawan berkumpul di Pabrik Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) di Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (28/2/2025). (Dok. PT. Sritex)
Buruh dan karyawan berkumpul di Pabrik Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) di Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (28/2/2025). (Dok. PT. Sritex)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kalangan buruh turut terdampak dari kondisi perekonomian pada Ramadan dan Idulfitri 2025 yang tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya. 

Sejumlah buruh, yang berasal dari sektor padat karya, mengaku mengalami penurunan penghasilan karena permintaan yang sepi pada Ramadan dan Idulfitri. Akibatnya, para buruh tersebut terpaksa menjual motor dan bahkan ditipu hingga Rp20 juta saat ingin mencari pekerjaan lain. 

Hendra, 38 tahun, merupakan seorang buruh yang saat ini berdomisili di Bandung. Dia merupakan pekerja konveksi yang melayani pesanan seperti kaus, kaus dengan model leher berkerah atau polo, hingga baju panjang (sweater). 


Hendra mengaku tidak bisa mudik karena tidak memiliki ongkos. Maklum, pria berusia 38 tahun tersebut mengaku sudah diliburkan 10 hari menjelang Idulfitri imbas pesanan yang berkurang drastis. 

Hendra memang digaji berdasarkan jumlah pesanan. Bila tidak ada pesanan yang masuk, maka terpaksa akan diliburkan dan tidak mendapatkan upah.