Logo Bloomberg Technoz

Hamas-Israel Saling Kukuh, Prospek Gencatan Senjata di Gaza Tipis

Redaksi
06 May 2024 15:20

Warga Palestina memeriksa sisa rumah mereka yang hancur akibat serangan Israel di Maghazi, Gaza tengah, Senin (25/12/2023). (Ahmad Salem/Bloomberg)
Warga Palestina memeriksa sisa rumah mereka yang hancur akibat serangan Israel di Maghazi, Gaza tengah, Senin (25/12/2023). (Ahmad Salem/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Prospek gencatan senjata Gaza tampak tipis pada Minggu karena Hamas menegaskan kembali tuntutannya untuk mengakhiri perang dengan imbalan pembebasan para sandera, dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan tegas mengesampingkan hal itu.

Kedua belah pihak saling menyalahkan satu sama lain atas kebuntuan ini dan delegasi Hamas mengatakan akan meninggalkan pembicaraan gencatan senjata di Kairo pada Minggu malam untuk berkonsultasi dengan para pemimpinnya. Namun, para pejabat Hamas berencana untuk kembali ke ibu kota Mesir pada Selasa, kata dua sumber keamanan Mesir.

Dalam pembicaraan hari kedua dengan mediator Mesir dan Qatar, para perunding Hamas mempertahankan pendirian mereka bahwa kesepakatan gencatan senjata apa pun harus mengakhiri perang, kata para pejabat Palestina.

Para pejabat Israel belum melakukan perjalanan ke Kairo untuk mengambil bagian dalam diplomasi tidak langsung. Namun, pada Minggu Netanyahu menegaskan kembali tujuan Israel sejak dimulainya perang hampir tujuh bulan yang lalu: melucuti senjata dan membubarkan gerakan Islamis Palestina, Hamas, untuk selamanya, jika tidak, maka akan membahayakan keamanan Israel di masa depan.

Perdana Menteri Israel mengatakan bahwa Israel bersedia untuk menghentikan pertempuran di Gaza untuk mengamankan pembebasan sandera yang masih ditahan oleh Hamas, yang diyakini berjumlah lebih dari 130 orang.