Logo Bloomberg Technoz

"Jika nilai tukar rupiah turun 1%, maka pendapatan atau net profit di  sektor ini dapat mencapai 5,15%," ujarnya, Rabu (17/4/2024). 

Untuk sektor perkebunan, Michael merekomendasikan saham PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Tbk (LSIP). Target harga ada di Rp1.220/saham.

Untuk sektor saham batu bara dan pertambangan, setiap penurunan rupiah terhadap dolar AS sebesar 1%, diprediksi akan mengerek laba bersih di sektor ini sebesar 2,76%. 

Untuk sektor ini, Michael merekomendasikan saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), United Tractors (UNTR), dan Antam (ANTM).

Bukan hanya diuntungkan dari depresiasi rupiah. Emiten komoditas nikel dan emas juga mendapat sentimen positif tambahan. "Yang saat ini lebih didukung oleh larangan nikel Rusia dan harga emas yang lebih kuat," imbuh Michael.

Untuk sektor minyak dan gas (migas), laba bersih diperkirakan naik 1,70% dari setiap depresiasi rupiah sebesar 1%.

Di sektor ini, Michael merekomendasikan saham PT Medco Energy Internasional Tbk (MEDC). Target harga ada di Rp1.830/saham. 

Saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), yang juga diuntungkan dari sentimen melonjaknya harga minyak dunia.

Sementara itu, Michael juga memprediksi terdapat beberapa sektor saham yang tersulut sentimen negatif atas pelemahan rupiah.

Beberapa sektor tersebut yakni properti yang laba bersihnya diperkirakan minus 0,41% untuk setiap pelemahan rupiah sebesar 1%. Kemudian, laba bersih sektor poultry  diperkirakan minus 3,86%, dan infrastruktur dan jasa konstruksi sebesar 2,40%, untuk setiap depresiasi rupiah sebesar 1%.

Michael memberikan catatan tambahan untuk sektor poultry. Pasalnya, sektor ini sudah tak lagi mendapat sentimen positif sejalan dengan berakhirnya momentum puasa dan lebaran. Sehingga, permintaan daging hingga sayur-sayuran berkurang.

Sementara itu, sektor infrsatruktur masih tertekan dengan adanya ekspektasi penundaan suku bunga Bank Sentral AS atau The Fed, seiring dengan data inflasi yang masih tinggi.

(ibn/dhf)

No more pages