Logo Bloomberg Technoz

Cuaca Tak Menentu Buat Kasus DBD Ngegas di RI

Dinda Decembria
25 March 2024 16:40

Ilustrasi penyemprotan nyamuk demam berdarah (DBD). (Photo By anankkml via Envato)
Ilustrasi penyemprotan nyamuk demam berdarah (DBD). (Photo By anankkml via Envato)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Cuaca tak menentu dan sering terjadi perubahan hingga ekstrem kerap berpotensi meningkatkan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Dilansir dari Instagram Kementerian Kesehatan, tercatat per 1 Maret 2024 terdapat hampir 16.000 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di 213 Kabupaten/Kota Indonesia dengan 124 kematian.

Penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti telah menyebarkan luas kasus DBD meliputi kawasan Tangerang, Bandung Barat, Kota Kendari, Subang dan Lebak.

Diperkirakan keadaan ini akan terus berlanjut sampai bulan April seiring dengan musim hujan setelah El nino.

Meskipun DBD dapat disembuhkan, namun masyarakat perlu waspada kemungkinan komplikasi terjadi Syok pada DBD atau istilah Dengue Shock Syndrome (DSS) yang bisa berujung kematian.