Logo Bloomberg Technoz

Capaian Suara PPP Usai Reformasi Hingga Tumbang di Pileg 2024

Redaksi
21 March 2024 09:35

Sandiaga Uno resmi menjadi kader Partai Persatuan Pembangunan atau PPP, Rabu (14/6/2023). (Bloomberg Technoz/Sultan Ibnu Affan)
Sandiaga Uno resmi menjadi kader Partai Persatuan Pembangunan atau PPP, Rabu (14/6/2023). (Bloomberg Technoz/Sultan Ibnu Affan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil rekapitulasi nasional Pemilu Legislatif atau Pileg 2024. Berdasarkan surat keputusan nomor 360 Tahun 2024, KPU menetapkan delapan partai petahana kembali melenggang ke Senayan. Hanya Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang gagal.

Padahal PPP telah memperkuat partainya dengan merekrut pebisnis dan mantan calon wakil presiden, Sandiaga Uno. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini juga memimpin badan pemenangan pemilu PPP pada Pemilu 2024.

"Tentu kami terkejut dengan hasil rekapitulasi secara bertentangan karena tidak sesuai berbesa dengan data internal kami," kata Ketua DPP PPP Achmad Baidowi di KPU, Rabu (20/3/2024).

"Kami memiliki waktu tiga hari, setelah pengumuman resmi dari KPU untuk mengajukan gugatan Mahkamah Konstitusi."

PPP awalnya adalah gabungan empat partai politik keagamaan pada 1973; yaitu Partai Nahdlatul Ulama, Partai Islam Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), dan Partai Muslimin Indonesia (Parmusi). Kelompok NU kemudian memisahkan diri di awal reformasi melalui pembentukan PKB dan beberapa partai lainnya.
 
Partai berlambang Kabah ini menjadi satu dari tiga partai yang diperbolehkan ikut kontestasi politik selama era orde baru. Selama periode ini, PPP cukup konsisten menjadi oposisi dari Pemerintahan Presiden Soeharto dengan motor Partai Golkar.