Logo Bloomberg Technoz

Kronologi Runtuhnya Industri Tambang Nikel di Luar Indonesia

News
04 February 2024 13:00

Seorang pekerja memegang sepotong bijih dengan campuran mineral dan logam di tambang./Bloomberg-Cole Burston
Seorang pekerja memegang sepotong bijih dengan campuran mineral dan logam di tambang./Bloomberg-Cole Burston

Thomas Biesheuvel - Bloomberg News

Bloomberg, Sekitar 18 bulan yang lalu, BHP Group  — perusahaan pertambangan terbesar di dunia— sedang dilanda 'kegilaan nikel' atau nickel frenzy. Saat itu, penambang asal Australia ini mencapai kesepakatan dengan Tesla Inc untuk memasok bahan mineral yang penting bagi kendaraan listrik.

BHP berhadapan dengan miliarder Australia Andrew Forrest untuk menguasai salah satu pertambangan paling prospektif di dunia.

Bagi BHP, nikel menawarkan titik terang. Manajemennya telah menetapkan komoditas tersebut sebagai pilar utama pertumbuhan.

Nikel pun digadang-gadang sebagai sebuah komoditas masa depan yang akan membantu mengimbangi keluarnya BHP dari bisnis bahan bakar fosil dan memungkinkan mereka memanfaatkan permintaan baru yang didorong oleh perlombaan dunia untuk melakukan dekarbonisasi.

Seorang pekerja memegang sepotong Bessemer matte di pabrik peleburan./Bloomberg-Cole Burston