Logo Bloomberg Technoz

Harga Anjlok, 239 Ribu MT Nikel Berpotensi Tak Terserap Pasar

Sultan Ibnu Affan
15 January 2024 12:15

Ilustrasi Nikel (Sumber: Bloomberg)
Ilustrasi Nikel (Sumber: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - International Nickel Study Group (INSG), sebuah lembaga organisasi analisis pasar nikel, memperkirakan sebanyak 239 ribu metrik ton (MT) nikel berpotensi tak terserap pasar pada tahun ini.

Perkiraan tersebut menyusul harga komoditas mineral logam yang paling dicari untuk transisi energi mendatang itu telah mengalami penurunan harga yang cukup dalam pada 2023.

Logam yang digunakan dalam baja tahan karat dan baterai kendaraan listrik tersebut memang tercatat mengalami penurunan lebih dari 40% sejak awal 2023 hingga akhir tahun.

INSG mencatat produksi nikel secara keseluruhan di dunia mencapai 3,06 juta MT pada 2022. Pada 2023 diperkirakan mencapai 3,41 juta MT, dan 3,71 juta MT pada 2024. Perkiraan itu tidak termasuk dengan kemungkinan gangguan produksi.

Data Nikel. (Dok: Bloomberg)

Produksi tersebut memang berbanding lurus dengan perkiraan penggunaan nikel dunia yang terus meningkat, sejalan dengan kemungkinan pertumbuhan ekonomi pada tahun ini, dan peningkatan penggunaan nikel dalam baterai EV.