“Dengan katalis tersebut, BDKR dapat berpotensi untuk melanjutkan dan berkontribusi dalam pembangunan negeri ini di masa depan,” tambahnya.
Rencananya, perusahaan akan menggunakan dana yang diperoleh dari IPO untuk kebutuhan modal kerja antara lain gaji dan tunjangan karyawan, pembelian perlengkapan proyek, biaya langsung, solar, oli dan aki, pembelian suku cadang atau sparepart, pembayaran premi asuransi untuk alat berat dan proyek, dan biaya operasional.
Adapun, dana yang diperoleh dari Waran Seri I, akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka memenuhi kebutuhan operasional.
Saham BDKR dibuka menguat, naik 26 poin atau 13% ke Rp226. Hingga pukul 9.20, harga saham perusahaan berada di level Rp250, naik 25% atau 50 poin. Saham BDKR telah 18.775 kali diperdagangkan dengan volume transaksi sebesar 151.086.000 dan nilai transaksi sebesar Rp37,11 miliar.
(tar/wdh)





























