Logo Bloomberg Technoz

Di sisi lain, minat investor asing terhadap instrumen pendapatan tetap masih terjaga. Hasan mengungkapkan investor asing di pasar surat berharga negara membukukan net buy sebesar Rp9,55 triliun secara bulanan.

Perbedaan arah aliran dana tersebut memperlihatkan bahwa tekanan jual di pasar saham tidak terjadi secara seragam di seluruh instrumen keuangan domestik. Ketika investor asing melepas kepemilikan saham, SBN justru mencatatkan pembelian bersih.

Sebelumnya, OJK mengungkapkan bahwa sebagian dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia diduga dialihkan ke instrumen SBN.

Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Agus Firmansyah mengatakan investor kemungkinan memilih instrumen pendapatan tetap karena menilai risiko investasi saham saat ini lebih tinggi.

"Sepahaman saya, ada sebagian yang lari ke pasar SBN. Karena mereka melihat mungkin sahamnya kurang aman, mereka masuk ke fixed income securities," ujar Agus kepada wartawan.

Agus menjelaskan pergeseran alokasi investasi tersebut juga berkaitan dengan kondisi suku bunga yang masih tinggi atau higher for longer. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan investor dalam menentukan penempatan dana di pasar keuangan.

Menurut Agus, investor mempertimbangkan keseimbangan antara potensi imbal hasil dan risiko ketika menempatkan dana di pasar saham maupun instrumen pendapatan tetap. Pasar saham menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi, tetapi juga memiliki risiko yang lebih besar.

(fik/naw)

No more pages