Rinciannya, Industri makanan dan minuman tumbuh 7,09%, utamanya didukung oleh ekspor crude palm kernel oil (CPKO) dan turunan CPO serta peningkatan pemanfaatan CPO di dalam negeri untuk produksi biodiesel.
Kemudian, industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tumbuh 8,1% didorong oleh peningkatan produksi FAME seiring berlakunya mandatori biodiesel B50, serta produksi pupuk menjelang musim tanam. Selanjutnya, industri logam dasar tumbuh 9,94% didorong peningkatan ekspor logam dasar bukan besi dan baja.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026 tercatat sebesar 5,47% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibanding ekonomi kuartal III 2025.
Angka ini jauh lebih tinggi dibanding proyeksi konsensus Bloomberg yang memperkirakan ekonomi Indonesia hanya tumbuh 5,2% secara tahunan (yoy) pada kuartal III 2026. Angka itu juga meningkat dari level 5,29% pada kuartal sebelumnya.
(lav)



























