Pada masa lalu, jumlah penduduk dunia membutuhkan waktu beberapa abad untuk berlipat ganda. Namun, seiring berjalannya waktu, jarak antara satu periode penggandaan populasi dan periode berikutnya semakin pendek.
Foerster kemudian memperkirakan bahwa jika tren tersebut terus berlangsung, waktu yang dibutuhkan untuk menggandakan jumlah penduduk pada akhirnya akan mencapai nol. Kondisi itu digambarkan sebagai situasi ketika Bumi tidak lagi mampu mendukung kehidupan manusia secara layak.
Berdasarkan model perhitungan tersebut, para peneliti menetapkan 13 November 2026 sebagai tanggal ketika kondisi itu diperkirakan terjadi.
Benarkah Kiamat Akan Terjadi pada 13 November 2026?
Meski penelitian tersebut menyebut tanggal tertentu, kondisi pertumbuhan penduduk dunia saat ini tidak sesuai dengan gambaran yang diperkirakan pada 1960. Para ahli demografi mencatat bahwa laju pertumbuhan populasi global sudah melambat dibandingkan era ketika penelitian itu diterbitkan.
Berdasarkan estimasi US Census Bureau tahun 2026, tingkat pertumbuhan populasi dunia mencapai sekitar 2,2 persen pada 1963. Angka tersebut kemudian turun menjadi sekitar 0,84 persen pada 2026.
Perubahan ini juga terlihat dari waktu yang dibutuhkan populasi manusia untuk berlipat ganda. Pada era 1960-an, jumlah penduduk dunia diperkirakan dapat menjadi dua kali lipat dalam waktu sekitar 32 tahun.
Sementara itu, dengan laju pertumbuhan saat ini, waktu yang dibutuhkan untuk menggandakan populasi diperkirakan mencapai sekitar 83 tahun. Artinya, pertumbuhan penduduk tidak lagi berlangsung secepat yang diasumsikan dalam model penelitian lama tersebut.
Selain perubahan tren populasi, model matematika yang digunakan dalam penelitian tahun 1960 itu juga memiliki kelemahan mendasar.
Ketika rumus tersebut dihitung secara terbalik, hasilnya menunjukkan bahwa manusia pertama seharusnya sudah ada sekitar 200 miliar tahun lalu. Angka ini jelas tidak sesuai dengan perkiraan usia Alam Semesta yang hanya sekitar 13,6 miliar tahun dan usia Bumi sekitar 4,6 miliar tahun.
Ketidaksesuaian tersebut menunjukkan adanya keterbatasan dalam model perhitungan yang digunakan. Para peneliti pun mengakui adanya potensi kesalahan dalam pendekatan matematis tersebut.
Karena itu, tanggal 13 November 2026 dalam penelitian tersebut tidak dapat dipahami sebagai kepastian terjadinya kiamat. Prediksi itu merupakan hasil proyeksi matematis berdasarkan tren pertumbuhan populasi pada masa tersebut, bukan bukti ilmiah bahwa dunia akan berakhir pada tanggal tertentu.
Kembali ramainya pembahasan penelitian ini di media sosial lebih berkaitan dengan semakin dekatnya tanggal yang pernah disebutkan. Namun, data demografi terbaru menunjukkan bahwa laju pertumbuhan penduduk dunia telah berubah jauh dari asumsi yang digunakan dalam penelitian tersebut.
(seo)
























