Logo Bloomberg Technoz

Akan tetapi justru respons pasar secara luas tampak positif, ditunjukkan dengan rebound pada surat utang pemerintah AS. Hal ini dipandang sebagai kerumitan baru.

Gambaran ini semakin kabur akibat booming kecerdasan buatan (AI), yang telah mengalihkan modal spekulatif dari kripto namun melemahnya tren ini juga berpotensi menyeret turun saham dan selera risiko secara luas.

Pembalikan arah pasar kripto ini sebanding dengan pergerakan yang terjadi setelah dua pemilihan presiden AS terakhir, menurut Alex Kuptsikevich, kepala analis pasar di FxPro.

“Konsolidasi atau penurunan sesaat sebelum pemilihan diikuti oleh pertumbuhan yang stabil selama beberapa minggu setelah situasi menjadi lebih jelas,” terang dia.

“Kenaikan  terbaru menunjukkan bahwa pasar tidak terlalu takut pada Partai Demokrat, melainkan hanya pada ketidakpastian,” Kuptsikevich menegaskan.

Gambaran saham-saham terkait kripto juga memperlihatkan lompatan, dimana Strategy Inc. +5,1%, diikuti Coinbase Global Inc. +4,2%. Penerbit stablecoin, Circle Internet Group Inc., naik 1,2%. Saham preferen STRC milik Strategy diperdagangkan pada nilai nominal untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan.

Bagi para investor, kekhawatiran utama saat ini adalah bahwa kemenangan Partai Demokrat dapat menghambat RUU yang didukung industri dan memicu pengawasan yang lebih ketat terhadap perusahaan aset digital. 

Implikasi makroekonomi yang lebih luas masih buram. Kebuntuan politik berpotensi membatasi stimulus fiskal dan menekan aset spekulatif, meskipun imbal hasil obligasi pemerintah yang lebih rendah pada akhirnya dapat memberikan dukungan dengan melonggarkan kondisi keuangan.

Meski begitu, para analis menyoroti adopsi kripto yang semakin luas di Wall Street sebagai salah satu alasan mengapa mayoritas Partai Demokrat kemungkinan tidak akan secara signifikan mengguncang sentimen pasar. 

“Bitcoin kini jauh lebih terintegrasi dalam sistem keuangan tradisional dibandingkan siklus-siklus sebelumnya, dengan bank, manajer aset, dan ETF yang telah berinvestasi, sehingga perubahan di Washington tidak lagi menjadi ancaman sebesar beberapa tahun lalu,” tulis para analis di Glassnode dalam catatan risetnya.

(red)

No more pages