Logo Bloomberg Technoz

“Seperti biasa, pertumbuhan kuartalan pada kuartal ketiga biasanya lebih rendah dibanding pertumbuhan qtq pada kuartal II,” tambahnya.

Edy menyebutkan, dari sisi lapangan usaha, seluruhnya mengalami pertumbuhan positif. Lapangan usaha utama yang memberi kontribusi besar terhadap PDB adalah industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan dengan total porsinya mencakup 65,3% dari total PDB Indonesia.

Lapangan usaha yang tumbuh tinggi yaitu penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh 11,22% didorong peningkatan hunian kamar hotel dan konsumsi masyarakat di rumah makan dan restoran. Kemudian, lapangan usaha jasa keuangan dan jasa lainnya juga tumbuh 8,47% dan 8,32%.

Jika dilihat dari sumber pertumbuhan, pada kuartal III-2026, industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan tertinggi yakni sebanyak 1,20% dari total 5,47%. Selain itu, pertumbuhan ekonomi juga ditopang oleh sektor perdagangan dengan sumber pertumbuhan 0,94%, sektor konstruksi 0,62%, dan sektor informasi dan komunikasi 0,49%.

Rinciannya, jika dilihat terkait perkembangan pertumbuhan lapangan usaha dengan pertumbuhan terbesar, industri pengolahan didorong oleh permintaan domestik dan luar negeri. Dalam hal ini, Industri makanan dan minuman tumbuh 7,09%, utamanya didukung oleh ekspor crude palm kernel oil (CPKO) dan turunan CPO serta peningkatan pemanfaatan CPO di dalam negeri untuk produksi biodiesel.

Kemudian, industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tumbuh 8,1% didorong oleh peningkatan produksi FAME seiring berlakunya mandatori biodiesel B50, serta produksi pupuk menjelang musim tanam. Selanjutnya, industri logam dasar tumbuh 9,94% didorong peningkatan ekspor logam dasar bukan besi dan baja.

Perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh didukung oleh peningkatan aktivitas perdagangan. Terakhir, konstruksi tumbuh didorong oleh pembangunan proyek infrastruktur oleh pemerintah dan swasta.

Sebelumnya, konsensus yang dihimpun Bloomberg memperkirakan ekonomi Indonesia kuartal III-2026 tumbuh 5,2%. Estimasi itu melibatkan 31 ekonom dan analis. 

Jika terwujud, pertumbuhan itu sedikit melambat dari capaian kuartal sebelumnya yang sebesar 5,29%. Meski begitu, laju pertumbuhan 5% menunjukkan aktivitas ekonomi domestik masih relatif terjaga di tengah tekanan eksternal dan penyesuaian belanja pemerintah. 

Proyeksi perlambatan itu salah satunya dipicu oleh gejolak di pasar keuangan baru-baru ini, yang berpotensi menekan kinerja investasi. Tekanan itu juga bisa memengaruhi keputusan dunia usaha menunda rencana ekspansi di tengah ketidakpastian dan pelemahan nilai tukar rupiah. 

(lav)

No more pages