Logo Bloomberg Technoz

Kapitalisasi pasar IHSG berada di Rp 8.666 triliun. Valuasi ada di 10,2 kali dari sisi Price-Earnings Ratio (P/E) dan 1,27 kali dari pendekatan Price-Book Value (P/B).

Sedangkan investor asing akhirnya mencatat beli bersih (net buy) Rp 257,71 miliar. Namun sepanjang 2026, posisi investor asing masih jual bersih (net sell) Rp 98,35 triliun.

Sebanyak 358 saham melemah lebih dari 2%. Kemudian 151 saham turun kurang dari 2%, 230 saham stagnan, 119 saham naik kurang dari 2%, dan 105 saham melesat di atas 2$.

Saham-saham unggulan berkapitalisasi pasar besar (big caps) berhasil ‘menggendong’ IHSG ke jalur hijau. Berikut sejumlah saham yang menjadi top movers pada perdagangan kemarin:

  1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyumbang 8,38 poin.

  2. PT Astra International Tbk (ASII) menyumbang 7,49 poin.

  3. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (ASII) menyumbang 4,99 poin.

  4. PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) menyumbang 4,81 poin.

  5. PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) menyumbang 3,54 poin.

Sementara itu, jajaran saham top laggards yang membebani IHSG antara lain:

  1. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mengurangi 5,08 poin.

  2. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mengurangi 4,59 poin.

  3. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengurangi 2,37 poin.

  4. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengurangi 1,84 poin.

  5. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mengurangi 1,5 poin.

Analisis Teknikal

Lantas bagaimana prediksi gerak IHSG untuk hari ini, Kamis (5/11/2026)? Apakah masih kuat menanjak atau justru merosot?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), IHSG masih terbenam di zona bearish. Tercermin dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 27.

RSI di bawah 50 mencerminkan suatu aset sedang dalam posisi bearish. Kalau sudah di bawah 30, maka artinya tergolong jenuh jual (oversold).

Adapun indikator Stochastic RSI ada di 60. Menghuni area beli (long) yang kuat.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG sebenarnya masih berpeluang naik lagi. Cermati pivot point di 4.981.

Dari situ, ada potensi IHSG bakal menguji 5.015 yang merupakan Moving Average (MA) 5. Resisten berikutnya ada di MA-10 yakni 5.182.

Target paling optimistis adalah 5.315.

Andai IHSG berbalik melemah, maka 4.886 sepertinya akan menjadi support terdekat. Penembusan di titik ini berisiko memangkas Indeks ke arah 4.817-4.733.

Target paling pesimistis ada di 4.532. 

(aji)

No more pages