Di sisi lain, penyesuaian kepengurusan tersebut menjadi perhatian setelah informasi mengenai jajaran manajemen dan laporan keuangan perusahaan tidak lagi mudah ditemukan pada laman perusahaan.
Laman manajemen pada situs baru Supra Sekuritas masih mencantumkan Rudy sebagai Presiden Direktur dan Binawati Junaedi sebagai Direktur. Keduanya tercatat diangkat melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 10 April 2026. Sementara itu, laman laporan keuangan perusahaan belum dapat diakses saat penelusuran dilakukan.
Sebelumnya, Supra Sekuritas juga menjadi sorotan setelah OJK menjatuhkan sanksi kepada perusahaan tersebut terkait kasus manipulasi harga atau coordinated trading saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).
Supra Sekuritas dengan kode broker SS merupakan salah satu anggota bursa yang terlibat dalam kasus tersebut. Dalam 12 bulan terakhir, perusahaan menangani transaksi saham DSSA senilai Rp60,6 triliun.
Nama Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara Pandu Sjahrir turut menjadi perhatian karena memiliki kepemilikan saham minoritas secara tidak langsung di Supra Sekuritas. Pandu sebelumnya menegaskan investasinya bersifat pasif dan tidak terlibat dalam jajaran direksi, komisaris, maupun pengambilan keputusan perusahaan.
(fik/ell)





























