Logo Bloomberg Technoz

Catat Kenaikan Laba 21%, PGEO Buka Suara Soal Dividen

Muhammad Fikri
04 November 2026 19:20

PLTP Kamojang yang dioperasikan PT Pertamina Geothermal Energy di Garut, Rabu (17/5/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
PLTP Kamojang yang dioperasikan PT Pertamina Geothermal Energy di Garut, Rabu (17/5/2023). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mencatatkan kas dan setara kas sebesar US$713,6 juta (Rp12,94 triliun dengan asumsi US$1 sama dengan Rp18.140) per 30 September 2026. Dengan laba bersih yang tumbuh 21,45% sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, bagaimana peluang pembagian dividen perseroan?

Direktur Keuangan PGEO Fransetya H Hutabarat mengatakan anggaran dasar perseroan memuat kebijakan dividen sebesar 50%. Namun, keputusan pembagian dividen tidak sepenuhnya berada di tangan manajemen PGEO karena harus melalui persetujuan pemegang saham di tingkat holding.

“Kalau sesuai anggaran dasar, itu ada dividend policy-nya, itu ada 50%. Tetapi kalau dilihat tahun-tahun sebelumnya, keputusan dividend policy ini tidak hanya di PGE,” ujar Frans dalam media briefing, Rabu (4/11/2026).


Dia menjelaskan keputusan tersebut juga mempertimbangkan arahan pemegang saham pengendali, termasuk Pertamina dan Pertamina Power Indonesia sebagai induk usaha perseroan.

Dengan demikian, besaran dividen yang akan dibagikan PGEO tetap bergantung pada keputusan pemegang saham. Manajemen juga perlu mempertimbangkan kebutuhan pendanaan untuk pengembangan proyek panas bumi.