Untuk itu, dia menitipkan tiga pesan kepada para penerima beasiswa, yakni niat, giat, dan manfaat. Niat berarti meluruskan tujuan sejak awal, yaitu menuntut ilmu untuk kemudian kembali dan mengabdi kepada Indonesia.
Sementara itu, giat berarti terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan tidak cepat berpuas diri. Dia juga mengingatkan agar penerima beasiswa menggunakan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), secara bijak tanpa mengabaikan kejujuran dan integritas akademik.
Adapun manfaat berarti ilmu yang diperoleh selama pendidikan harus bisa dibagikan dan memberikan dampak bagi masyarakat. Para awardee juga didorong membangun jejaring internasional, mengikuti diskusi, serta menjalin kolaborasi dengan akademisi dan komunitas di negara tempat mereka belajar.
Nurkholisoh mengatakan, pengabdian kepada negara tidak selalu harus dilakukan melalui perjuangan fisik. Penguasaan ilmu pengetahuan, integritas, dan kepedulian terhadap masyarakat juga merupakan bentuk perjuangan bagi bangsa.
"Bangsa ini tidak kekurangan orang pintar, tetapi yang dibutuhkan adalah orang pintar yang berintegritas, punya kepedulian, dan patriot. Dulu pahlawan berjuang dengan senjata, Anda semua bisa menjadi pahlawan dengan ilmu pengetahuan," ujarnya.
Sebagai informasi, PK LPDP Angkatan 286 diikuti 214 penerima beasiswa. Jumlah tersebut terdiri atas 122 penerima jenjang magister dan 92 penerima jenjang doktoral. Sebanyak 174 orang akan melanjutkan pendidikan di luar negeri, sedangkan 40 lainnya menempuh pendidikan di dalam negeri. Para awardee tersebut tersebar di 16 negara tujuan.
Menutup arahannya, Nurkholisoh meminta para penerima beasiswa menjaga nama baik Indonesia selama menjalani pendidikan dan tidak melupakan tanggung jawab untuk kembali setelah menyelesaikan studi.
"Kita pergi untuk kembali. Saya tunggu Anda pulang, saya tunggu kontribusi Anda. Selamat membawa Merah Putih," pungkasnya.
(dec/spt)






























