Wamenkeu Ungkap Tiga Pilar Keberlanjutan Dana Haji

Bloomberg Technoz, Jakarta - Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyoroti pentingnya penguatan fondasi pengelolaan keuangan haji untuk menjaga keberlanjutan dana dan meningkatkan kesejahteraan jemaah. Menurut dia, terdapat tiga pilar utama yang perlu menjadi perhatian dalam membangun ekosistem keuangan haji yang berkelanjutan.
Ketiga pilar tersebut meliputi tata kelola yang baik atau good governance, investasi jangka panjang atau long-term investment, serta inovasi atau innovation. Ketiganya memiliki peran saling melengkapi dalam memastikan dana haji dikelola secara profesional, optimal, dan bertanggung jawab.
Pandangan tersebut disampaikan Juda Agung dalam The 8th International Hajj Fund Forum (IHFF) 2026 di Jakarta pada 15 Oktober 2026. Dalam forum internasional tersebut, dia membawakan paparan bertajuk Building a Sustainable Hajj Financial Ecosystem Through Good Governance, Innovation and Long-Term Investment.
Penguatan ketiga pilar tersebut dinilai semakin relevan di tengah besarnya tanggung jawab lembaga pengelola dana haji dalam menjaga amanah masyarakat. Pengelolaan keuangan haji tidak hanya dituntut menghasilkan imbal hasil investasi, tetapi juga harus mampu memenuhi kebutuhan pembiayaan dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.
Dalam konteks tersebut, tata kelola yang kuat menjadi aspek mendasar untuk membangun dan mempertahankan kepercayaan publik. Prinsip integritas, transparansi, profesionalisme, independensi, serta pengawasan yang efektif perlu diterapkan dalam setiap proses pengambilan keputusan.































