FBI mengatakan pihaknya mengamati para peretas mengonversi aset curian, terutama ke Ethereum. FBI memperkirakan mereka akan menggunakan platform keuangan terdesentralisasi dan layanan penukaran instan untuk kembali mencuci dana tersebut. Otoritas AS telah mendesak bursa kripto, operator blockchain, dan penyedia aset virtual lainnya untuk memblokir transaksi yang terkait dengan alamat yang digunakan untuk memindahkan aset curian.
Peretasan Binance mengguncang industri kripto dan kembali meningkatkan sorotan terhadap risiko keamanan yang dihadapi sektor tersebut, di tengah upayanya memperoleh penerimaan lebih luas dari investor arus utama.
Otoritas AS dan pakar keamanan siber sebelumnya juga menuding peretas Korut sebagai pelaku sejumlah pencurian kripto terbesar di dunia. Kasus-kasus tersebut termasuk serangan terhadap Bybit senilai US$1,5 miliar pada tahun lalu dan pencurian mata uang kripto senilai sekitar US$620 juta pada 2022.
Binance, bursa kripto terbesar di dunia, mengatakan akan menanggung seluruh dampak finansial dari serangan terbaru tersebut agar pengguna tidak mengalami kerugian. Pada Sabtu, bursa itu menyatakan telah mengganti sekitar 90 persen aset yang dicuri dan tetap berkomitmen untuk menanggung sisanya.
(bbn)































