Penurunan yield di pasar INDON sejalan dengan pasar obligasi AS. Yield US Treasury 10 tahun terpangkas 1,6 basis poin (bps) dan bergerak di 4,91%, diikuti penurunan yield di hampir semua negara.
Yield obligasi Inggris turun 9,2 bps ke 5,19%, disusul Prancis 7,3 bps jadi 4,89%, Itali 8,9 bps jadi 4,42%. Sedangkan Jepang stabil 2,76%, Selandia baru turun 2,7 bps jadi 4,78%, Korea Selatan jadi 4,03%, dan China turun tipis 0,2 bps jadi 1,61%.
Sedangkan, sebagian besar yield Surat Utang Negara (SUN) masih terangkat naik. Kemarin, aksi jual terjadi dan membawa yield SUN 10 tahun naik hingga 7,77%, dan tenor 1 tahun naik ke 7,05%.
Perbedaan arah pasar INDON dan SUN menunjukkan tekanan terhadap aset domestik tak cuma berasal dari perubahan sentimen suku bunga tetapi soal stabilitas rupiah. Hari ini, pasar akan mencermati sikap dan arah kebijakan stabilisasi pasar keuangan yang mungkin akan tergambar dalam paparan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Pelaku pasar akan mencermati sejauh mana pemerintah, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melihat tekanan di pasar keuangan sebagai risiko yang bersifat sementara atau berkembang jadi tekanan bersifat struktural.
Di sisi lain, pemerintah akan kembali menggelar lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan target indikatif Rp10 triliun. Lelang ini akan menjadi indikator untuk mengukur minat investor terhadap surat utang pemerintah, setelah lelang SUN pekan lalu sedikit mendingin dan pemerintah meraup dana di bawah target indikatif.
Analisis Teknikal
Secara teknikal, nilai tukar rupiah berpotensi menguat hari ini, setelah tekanan di pasar mulai mereda. Rupiah berpotensi menguat ke resistance terdekat di level Rp18.120/US$.
Resistance potensial selanjutnya menuju Rp18.100/US$. Juga terdapat Rp18.000/US$ sebagai target paling optimistis.
Selanjutnya nilai tukar rupiah memiliki level support di Rp18.200/US$. Apabila level ini berhasil tembus, maka mengonfirmasi laju support selanjutnya di level Rp18.300/US$ dan Rp18.400/US$ yang makin menjauhi sMA-50 dan sMA-100.
(riset/aji)



























