Bursa Asia Bersiap Melemah usai Saham Teknologi Anjlok
News
02 November 2026 05:20

Toby Alder - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham Asia diperkirakan melemah pada perdagangan Senin (2/11), mengikuti aksi jual tajam di Wall Street pada Jumat (30/10). Tekanan terhadap saham-saham teknologi semakin besar dan memicu kekhawatiran bahwa reli yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI) mungkin sudah terlampau jauh
Kontrak berjangka indeks saham Jepang dan Korea Selatan menunjukkan pelemahan, sementara kontrak berjangka Australia relatif tidak berubah. Kondisi ini terjadi setelah laporan kinerja perusahaan teknologi AS yang mengecewakan memicu aksi jual saham terburuk sejak Juni pada Jumat. Indeks Nasdaq 100 anjlok 3,5% dan sempat memasuki wilayah koreksi teknis.
Saham Intel Corp mencatat penurunan terdalam dalam lebih dari empat dekade, sementara indeks S&P 500 merosot 1,8% hingga menembus rata-rata pergerakan 100 harinya. Indeks Semikonduktor Philadelphia juga anjlok 7,2%.
Harga minyak mentah Brent naik pada Jumat seiring para pedagang mempertimbangkan risiko kemungkinan dimulainya kembali aksi militer AS terhadap Iran dan potensi gangguan pasokan dari Timur Tengah. Kekhawatiran tersebut meningkat setelah sejumlah kapal tanker menjadi sasaran di Selat Hormuz selama akhir pekan. Sementara itu, harga emas turun 3,7% pada Jumat dan mencatatkan penutupan terendah dalam lebih dari satu tahun. Adapun dolar AS bergerak stabil pada awal perdagangan Senin.
































